Logika dalam karya foto kerap dilupakan oleh fotografer, terutama saat memotret objek yang berkaitan dengan pencahayaan sebuah benda atau manusia. Foto yang terlalu gelap maupun terlalu terang, tidak mempresentasikan mata sesungguhnya.
"Inti dari fotografi itu pencahayaan. Logika dari apa yang dilihat
mata seharusnya bisa merepresentasikan hasil karya foto," ujar Darwis
Triadi saat memberikan kelasnya di Darwis Triadi School of Photography, Jalan
Mayjen DI Panjaitan 70, Selasa (13/11). Sekolahnya di Semarang yang menjadi
kota ke-6 ini mengajarkan siswanya untuk banyak praktik daripada teori yang ia
pandu langsung.
Dalam kelas basic dengan tahap ke intermidiate dan advance itu ia
memberikan praktik langsung di kawasan kota Lama, kemudian mengurai bagaimana
mendapatkan cahaya dari yang maksimal sampai seminim mungkin saat menjelang
sore. Selain itu, siswanya diasah untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya
dengan melakukan interaksi untuk mendapatkan ide.
Pemilik nama lengkap Andreas Darwis Triadi yang kerap menjadi juri berbagai
lomba fotografi ini mencontohkan, saat dalam sebuah kompetisi foto Gunung Bromo
misalnya, hasil yang masuk memiliki angle yang sama. "Bagus memang, tapi
rata-rata hasilnya selalu sama. Coba kalau mereka mengeksplorasi sekitarnya,
pasti akan mendapatkan karya foto yang unik karena mau untuk melakukan
observasi di lapangan," jelasnya.
Sementara itu, Lidiawati Pengelola Darwis Triadi School of Photography Semarang mengatakan kedatangan fotografer kawakan itu untuk memfasilitasi
peminat fotografi yang kian tinggi. "Kami ingin memfasilitasi para pecinta
fotografi di Semarang yang ingin mengasah bakatnya di bidang itu yang kini
diminati dari berbagai kalangan," katanya.
Selama ini, kata Lidiawati, Darwis
Triadi School of Photography sudah dibuka di sejumlah kota besar,
seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Banjarmasin, dan Bali. Adapun pengajarnya
berjumlah 18 orang berasal dari praktisi profesional mulai dari Gerard Adi,
Edward Tigor Siahaan hingga Arbain Rambey secara bergantian tiap minggunya.
Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/

0 Response to "Fotografer Harus Gunakan Logika"
Post a Comment