Latest Updates

ISTILAH DALAM FOTOGRAFI



Bagi  sobat yang ingin belajar tentang fotografi baca dulu istilah2 ini ya....

1. Shutter speed
Tenggang waktu dari saat shutter terbuka untuk membiarkan sinar masuk ke dalam camera (sensor). Semakin lama shutter terbuka (co. 1/30 sec.), lebih banyak sinar yang masuk; semakin pendek waktu shutter terbuka (co. 1/1,000 sec.), semakin berkurang sinar yang masuk. Snapshots dan action photography biasanya membutuhkan fast shutter speed untuk menangkap action dengan tajam; sedangkan untuk landscapes biasanya memakai aperture yang kecil untuk mendapatkan DOF yang maksimum, oleh karena itu membutuhkan shutter speed yang lebih lama agar gambar yang dihasilkan memiliki exposure yang benar.

2. Exposure time : Ini saya harus check dulu, mungkin ada yang bisa membantu?

3. ISO : berhubungan dengan pencahayaan/gelap terang......

4. Focus number : Angka yang menunjukan jarak antara titik focus dengan object untuk mendapatkan gambar yang tajam

5. White balance : untuk mengatur kecerahan gambar

6. Focal length : Jarak antara film/sensor dan optical center dari lensa ketika fokus lensa berada di titik infinity. Di 35mm-format cameras, lensa dengan focal length 50mm disebut standard lens. Dibawah 35mm disebut wide angle lens, dan lebih dari 85mm disebut telephoto lens. Jikalau lenssa yang bisa dirubah focal lengthnya disebut zoom lens.

7. Aperture value  : Camera disetup untuk menyesuaikan setting yan lain untuk mendapatkan exposure yang tepat di aperture yang berbeda sesuai keinginan fotographer.

8. APS: Advanced Photo System
9. DIL : Drop in Loading
10. CID : Cartridge Identification number
11. FID : Film strip Identification number
12. USC : Uniform Sigma Crystal/kristal sigma seragam
13. Kristal sigma : Butir-butir perak halida
14. AFS : Auto Focus Silent Wave Motor
15. AFD : Auto Focus Distance Information
16. DIR : Development Inhibitor Releaser
17. SPD : Silicon Photo Diode
18. LCD : Liquid Crystal Display
19. LED : Light Emitting Diode, lampu
20. ISO/ASA : Derajat sensitivitas film
21. ISO : International Standart Organization
22. ASA : American Standart Association
23. DIN : Deutsche Industry Norm
24. NiMH : Nikel Metal Hydride
25. NiCd : Nikel Cadmium
26. DRAM : Data Random Acces Memory
27. RISC : Reduce Intruction Set Computer
28. CCD : Charge Couple Device (pada kamera digital)
29. CPL : Circular Polarizing
30. USM : Ultrasonic motor

31. ESP : Elektro-Selective Pattern (Sistem pengkuran cahaya otomatik, di saat kondisi kesenjangan kecerahannya sangat besar

32. SLR : single Lens Reflek, kamera lensa tunggal yang menggunakan cermin dan prisma

33. TLR : Twin lens Refleks, kamera yang menggunakan dua lensa , satu untuk melihat, lainnya utnuk meneruskan cahaya ke film
Lens Mount : Dudukan lensa

34. MF : Manual Fokus
35. AF : Auto Fokus
36. Fps : Frame per second:, satuan kecepatan pengambilan gambar dalam gambar perdetik

37. DOF : Depth of Field; ruang tajam, merupakan jarak, dimana gambar masih terlihat tajam/focus, berantung pada: difragma, panjang lensa dan jarak objek

38. GN : Guide number; kekuatan cahaya blitz merupakan perkalian antara jarak (dalam meter atau feet) dan diafragma

39. AR Range : Tingkat terang cahaya dimana system aotufocus masih dapat bekerja, dalam satuan EV

40. EV : Exposure Value; kekuatan cahaya. Sample, EV=0 kekuatan cahaya pada difragma f/1,0 kecepatan 1 detik

41. Exposure mode : Modus pencahayaan, pada umumnya ada 4 tipe: manual, Aperture priority, Shutter priority dan Programed (auto)

42.Aperture : Diafragma
43. Lens Hood : Tudung lensa
44. Aperture priority : Prioritas pengaturan pada diafragma, kecepatan rana otomatis
45. Shutter : Rana
46. Shutter Priority : Prioritas pengaturan pada kecepatan rana, diafragma otomatis

47. Exposure compensation :Kompensasi pencahayaan, membuat alternatif pencahayaan dari normal menjadi lebih atau kurang

48. Flash Exposure Compensation : Kompensasi pencahayaan blitzt

49. Metering: Pola pengaturan cahaya, biasanya terbagi dalam 3 kategori, centerweighted, evaluative/matrix, dan spot

50. Center weighted Metering : Pengukuran pencahayaan pada 60% daerah tengah gambar
51. Evaluative/Matrix : Pengukuran pencahayaan berdasarkan segmen-segmen dan presentase tertentu
52. Spot : Pengukuran pencahayaan hanya pada titik tertentu
53. View finder : Jendela bidik
54. Built in Dioptri: Dilengkapi dengan pengatur dioptri (lensa+ atau – bagi mereka yang berkacamata)
55. Eye piece Blind : Tirai penutup jendela bidik
56. Interchangeable Focusing Screen : Fasilitas untuk dapat mengganti focusing screen
57. Focusing screen : Layar focus
58. Bracheting : Pengambilan gambar yang sama menggunakan pengukuran pencahayaan yang berbeda
59. Flash Sync : Sinkron kilat, kecepatan maksimum agar body dan flash masih bekerja harmonis
60. TTL: Through The Lens, Sistem pengukuran pencahayaan melalui lensa

61. Remote Flash : Melepaskan lampu kilat dari badan kameranya dan meletakkannya si duatu tempat untuk mendapatkan efek foto yang diinginkan

62. Bounce : Cahaya lampu kilat yang di pantulkan ke langit-langit atau bidang lain sehingga cahaya menerangi objek secara merata

63. Slave unit : (Lampu kilat + mata listrik/elctric eye); adalah alat abntu yang sanggup menyalakan lampu kilat bila mata itu menerima sinar dari lampu kilat lain

64. Wireless TTL : Sistem pengukuran TTL tanpa melalui kabel
65. Multiple exposure : Fasilitas pemotretan berulang pada fram eyang sama
66. Pop up Flash : Blitz kecil, terbuat menyatu dengan body
67. Stop : Satuan pencahayaan, 1 stop sama dengan 1 EV

68. Red Eye Reduction : fasilitas untuk mengurangi efek mata merah yang biasa terjadi pada pemotretan menggunakan blitz pada malam hari
69. PC terminal : Terminal untuk blitz di luar hot shoe
70. Hot shoe : Kaki blitz
71. Mirror Lock up : Pengunci cermin, agar getaran dapat dikurangi pada saat rana bergerak

72. Shiftable program : Pada mode program, exposure setting dapat diubah secara otomatis dalam EV yang sama, misalnya dari 1/125 menjadi 1/250 detik, f 5.6 dmenjadi f 11

73. Second Curtain Sync : Fasilitas untuk menyalakan blitz sesaat sebelum rana menutup
74. Shutter release : Pelepas rana
75. Self Timer : Alat penangguh waktu pada kamera
76. Vertical Grip : Alat pelepas rana utnuk pengambilan secra vertical tanpa harus memutar tangan

77. Data Imprint : Fasilitas pencetakan data tanggal pada film
Reloadable to last frame: fasilitas untuk mengembalikan film yang telah digulung di tengah ke posisi terakhir yang terpakai

78. Fill In flash : Blitz pengisi, dalam kondisi tidak memerlukan blitz, blitz tetap dinyalakan untuk menerangi bagian-bagian yang gelap seperti bayangan

79. Intervalometer : Fasilitas epmotretan otomatis dalam jarak waktu yang tertentu
80. Multispot : Pengukuran pencahayaan dari beberapa titik
81. Back : Sisi belakang kamera, berfungis pula sebagai penutup film

82. Bayonet : Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk pergantian lensa

83. Bulk film : Film kapasitas 250 exposure

84. Wide lens : lensa lebar, mempunya jarak titik bakar yang pendek, lebih pendek dari 50,,, biasanya:
· 16-22mm (lensa lebar super)
· 24-35mm (lensa lebar medium
· 6-15mm (lensa mata ikan)

85. Push : Meningkatkan kepekaan film dalam pemotretan, missal dari ISO 100-200/lebih
86. Pull : kebalikan dari Push
87. Main light : Cahaya pengisi/tambahan

88. Foto wedding : Potraiture berpasangan (menciptakan rekaman gambar yang romantisme, baik dari posenya maupun dari suasananya
Foto wedding terbagi 2 yaitu:
- Neo Classic Potraiture, ialah bentuk visual foto berpasangan yang beraura romantis
- Classic wedding, ialah bentuk foto berpasangan yang harus menjadi kenangan

89. Blouwer : Kipas angin yang digunakan pada pemotretan model untuk menghasilkan efek angin

90. Reverse ring : digunakan untuk memasang lensa yang di balik, untuk membuat lensa makro alternatif agar cahaya yang masuk tidak bocor

91. Golden section : Potongan kencana; Hukum komposisi yang mengatakan bahwa keselarasan akan tercapai kalau suatu bidang adalah kesatuan dari 2 bidang yang saling berhubungan

92. Komposisi : susunan garis, bidang, nada, kontras dan tekstur dalam suatu format tertentu
93. Siluet : Teknik pencahayaan untuk menampilkan bentuk objek tanpa menunjukkan detilnya
94. Framing : Pembingkaian objek untuk memberi kesan mendalam/ dimensi objek foto

95. Panning : Teknik pengambilan gambar dengan kesan gerak (berubahnya latar belakang menjaid garis-garis sementara objek utama terekam jelas

96. Sandwich : Teknik menggabungkan foto

97. Cross process : Proses silang, biasanya di lakukan pada film positiv (E6) ke film negatif (C 41), sehingga menimbulkan warna- warna baru pada foto

Sebenarnya masih banyak lagi istilah dalam fotografi, tapi untuk sementara ini menurut saya lebih dari cukup untuk mengerti fotografi.

0 Response to "ISTILAH DALAM FOTOGRAFI"

Post a Comment

Label

my Friends

Arsip Blog