Sekarang
ini Dunia fotografi sudah berkembang Pesat ini terbukti
makin banyak aja fotografer fotografer bermunculan baik yang masih pemula
ataupun yang sudah profesional. Hal ini terlihat dari banyaknya foto foto yang
diupload di Facebook, Blog ataupun forum forum lainnya. Hal ini tidak lepas
dari semakin canggihnya Teknologi kamera khususnya kamera digital atau DSLR.
Kemajuan
teknologi fotografi dan Desain grafis Semestinya memang diperuntukkan demi
kemudahan serta optimalisasi hasil dari fotografi itu sendiri. Sejak teknologi
digital diaplikasikan pada perangkat kamera digital, penggunaan software pengolah foto seperti: Adobe Photoshop,
Macromedia Xres, Corel PhotoPaint, Metacreation Live Picture dan software
pengolah foto lainnya meningkat drastis. Memang software pengolah foto sudah
dipergunakan bahkan ketika fotografi masih menggunakan media analog seperti
Klise atau film. Namun pada masa itu software pengolah foto hanya dipergunakan
sebatas menghilangkan cacat-cacat kecil pada foto. Cacat tersebut bisa karena
debu yang tertangkap pada proses scanning, atau memang sumber fotonya yang
cacat. Namun perkembangan teknologi fotografi rupanya juga menuntut penggunaan
software pengolah foto untuk bisa ambil bagian lebih banyak dari sebelumnya.
Kini software pengolah foto sudah menjadi piranti wajib bagi para fotografer.
Sekarang
fotografi bukan hanya berhenti pada proses
pemotretan saja, tapi ada proses pra produksi dan pasca produksi yang juga
tidak kalah penting.” Proses pasca produksi inilah yang dianggapya sebagai
proses digital imaging yang menggunakan software pengolah foto. Jika kita lihat
iklan-iklan yang tayang di berbagai media seperti surat kabar, majalah,
billboard dan media cetak lainnya memang tidak bisa dipungkiri penggunaan
software pengolah foto memang semakin mendapat tempat dalam proses penciptaan
foto iklan. Hal ini dapat kita lihat dari kualitas output foto yang hampir
tidak mungkin dilakukan oleh kamera seorang diri. Foto-foto dalam iklan yang memang
memiliki tuntutan untuk memiliki striking power dan sticking power rupanya
berakibat kepada tuntutan penggunaan software pengolah foto pada proses
digital.
Pertumbuhan penggunaan software pengolah digital juga bisa dilihat dari menjamurnya buku-buku tutorial software pengolah foto tersebut. Jika kita lihat di toko-toko buku ternama di sekitar kita pun mulai dibanjiri dengan buku-buku tutorial software pengolah grafis. Bahkan dari satu versi software pun bisa terdapat lebih dari 10 buku dengan topik bahasan yang tidak terlalu jauh berbeda. Menurut pendapat sebagian fotografer penggunaan olah digital dalam fotografi sah-sah saja tanpa harus ada batasan. Tapi ada juga yang menganggap olah digital masih bisa diterima sebatas tidak bisa didapatkan oleh kamera.
Generasi yang lebih muda nampaknya memang lebih terbuka terhadap penggunaan olah digital. Lebih jauh lagi, tidak sedikit yang terjerumus terlalu dalam sehingga porsi olah digitalnya jauh lebih berperan dibanding fotografinya.
Pada akhirnya, memang tidak ada aturan dan sanksi yang baku terhadap penggunaan software olah digital pada penciptaan sebuah foto. Segala sesuatunya dikembalikan kepada kita semua sebagai pencipta foto. Ada yang sangat puas bila bisa menyulap foto jelek jadi bagus, ada yang justru puas ketika bisa menghasilkan foto bagus dengan sentuhan olah digital seminim mungkin. Bagaimana dengan Anda?

0 Response to "Photographer Atau Photoshoper ?"
Post a Comment